Minggu, 04 November 2012

BAB I Teoritika Etika Bisnis



TEORITIKA ETIKA BISNIS

1. Teori Pengertian Etika
Etika itu sendiri berasal dari bahasa Yunani ethos (ta etha) yang berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan”. Dalam pengertian ini etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang di anut dan di wariskan dari sat orang ke orang lain.

A. Norma Umum
Norma-norma umum bersifat umum dan universal. Norma-norma umum ini ada tiga, yaitu norma sopan santun, norma hukum, dan norma moral.
Norma Sopan Santun,  atau disebut juga norma etiket, adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriyah manusia, misalnya menyangkut sikap dan perilaku seperti bertamu, makan dan minum, berpakaian, dsb.

Norma Hukum, adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma ini lebih tegas dan pasti, karena ditunjang dan dijamin oleh hukuman atau sanksi bagi pelanggarnya.

Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma ini menyangkut tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku sejauh ia dilihat sebagai manusia. Norma moral lalu menjadi tolak ukur yang dipakai oleh masyarakat untuk menentukan baik buruknya tindakan dan perilaku manusia.

B. Teori Etika Dentologi
Dentologi berasal dari bahasa Yunani deon, yang berarti kewajiban. Karena itu, etika dentologi menekankan kewajiban manusia untuk bersikap secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dar tindakkan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri. Dengan kata lain tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu.

C. Etika Telelogi
Etika Telelogi mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang dicapai dengantindakan itu, atau berdasrkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau kalau akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna.

2.  Bisnis Sebuah Profesi Etis
Bisnis dapat menjadi sebuah profesi yang etis dan baik secara moral. Bisnis dapat berkembang secara optimal sebagai sebuah profesi yang etis berarti yang dibutuhkan untuk menegakkan hal tersebut adalah prinsip-prinsip etis berbisnis yang baik, tetapi juga sebuah kerangka yang legal-politis kondusif untuk bisnis yang baik.

A. Etika Terapan
Secara umum kita dapat membagi etika menjadi etika umum da etika khusus. Etika umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi mnausia untuk bertindak secara etis, bagaimana mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normative, dan semacamnya. Etika khusus adalah penerapan prinsip atau norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prisip moral diteropongi dalam konteks kekhususan bidang kehidupan manusia yang khusus tertentu, maka, disatu pihak etika khusus memberi aturan sebagai pegangan, pedoman dan orientasi praktis bagi setiap orang.
Dalam kaitannya dengan ini, etika khusus lalu dianggap sebagai etika terapan. Terapan karena aturan normatif yang bersifat umum diterapkan secara khusus sesuai dengan kekhususan dan kekhasan bidang kehidupan dan kedgiatan khusus tertentu. Etika terapan memiliki ruang lingkup yang luas, karena hamper setiap bidang kehidupan dan kegiatan  manusia dapat mempunyai etika khusus atau etika terapannya sendiri-sendiri. Etika khusus lalu dibagi lagi menjadi tiga, yaitu etika individual, etika sosial, dan etika lingkungan hidup. Etika individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. Etika sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dan interaksinya dengan sesamanya. Etika lingkungan hidup berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai individu maupun kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.

B. Etika Profesi
Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi yang mendalam. Dengan demikian orang professional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan keterampilang yang tinggi serta mempunyai komotmen pribadi yang mendalam atas pekerjaan itu. Pekerjaannya membentuk identitas dan kematangan dirinya, dank arena itu dirinya berkembang bersama dengan perkembangan dan kemajuan pekerjaannya itu.

Selasa, 16 Oktober 2012

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)  merupakan sebuah konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan secara sukarela (European Commision, 2011).
Di Indonesia, kewajiban melakukan tanggung jawab sosial perusahaan sudah tercatat di UU No. 40 tahun 2007 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007 pasal 15(b) dan pasal 16 (d) tentang Penanaman Modal (UU PM) yaitu :
“Setiap perseroan atau penanam modal diwajibkan untuk melakukan sebuah upaya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang telah dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan. Kebijakan ini juga mengatur sanksi bagi perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban tersebut”
Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan merupakan hal yang penting bagi setiap perusahaan untuk dapat mengatur, mengolah dan mempergunakan lingkungan sebaik-baiknya untuk tidak hanya menguntungkan dan meningkatan efisiensi bisnis setiap perusahaan, namun juga bagi lingkungan dan dampak sosial di masa yang akan dating

Dibawah ini adalah Salah Satu Contoh dari tanggung jawab sosial suatu perusahaan

Astra Honda Motor Gelar Khitanan 150 Anak Yatim

Pelaksanaan khitanan massal dilakukan perusahaan bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) AHM pada 24 Juni 2012 di Convention Hall Plant 3 AHM di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat. Hadir dalam acara ini Manajemen AHM yang diwakili oleh Setia Surachmadin Industrial Relation Manager AHM; Mohamad Toha Ketua SPSI AHM; Muhammad Sukron Ketua DKM; serta beberapa tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini dilakukan dengan mendata anak-anak yatim dan dari keluarga kurang mampu yang tinggal di sekitar tiga 3 pabrik AHM, baik yang di Sunter, Pegangsaan, maupun Cikarang. Dari pendataan yang dilakukan didapat 150 anak yang akan mengikuti khitanan massal ini. Mereka berusia antara 4 hingga 12 tahun. Anak-anak yang mengikuti khitanan massal ini mendapatkan bingkisan berupa seperangkat busana muslim dan dana infak yang dikumpulkan dari jamaah mesjid AHM.
“Sebenarnya yang ingin mengikuti lebih dari 150 anak, namun kami batasi dulu untuk khitanan missal tahun ini 150 anak dulu. Semoga tahun depan kami dapat menyelenggarakan lagi acara ini,” ujar Head of Corporate Communication AHM Kristanto.
Kristanto menyatakan kegiatan khitanan massal ini merupakan implementasi dari tanggung jawab sosial perusahaan terutama dalam hal memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar perusahaan.  Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan dan karyawan terhadap masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, AHM  memiliki lima fokus kegiatan corporate social responsibility yaitu  go green (peduli lingkungan dan penghijauan), go smart (peduli pendidikan), community relation (peduli masyarakat sekitar), IGA Program (income generate activity atau memberi dukungan terhadap kegiatan ekonomi produktif masyarakat), dan emergency respons (tanggap dan peduli bencana)
Sumber : www.dapurpacu.com/astra-honda-motor-gelar-khitanan-150-anak-yatim/

Senin, 15 Oktober 2012

Gorengan Mengandung Plastik


Aneka ragam makanan ringan yang digoreng atau biasa disebut gorengan dapat dengan mudah kita temui. Banyak yang mengatakan makanan jenis ini tidak sehat, karena kandungan minyak yang tinggi dalam gorengan bisa menaikan kadar kolesterol. Namun ternyata tidak banyak yang peduli. Gorengan masih tetap diminati. Selain rasanya, gorengan juga disukai karena renyah dan gurih.

Renyah dan gurih yang ditemui di gorengan yang dijual di pinggir jalan selain mengandalakan bumbu, tidak sedikit pedagang yang menambahkan plastik dalam minyak goreng yang mendidih. Plastik dicampur bersamaan saat pedagang menuang minyak goreng ke dalam wajan.

Plastik yang meleleh bersamaan dengan minyak goreng yang mulai panas dapat membuat makanan yang digoreng renyah. Gorengan akan tahan lama dan tidak melempem jika diletakkan di udara terbuka selama beberapa waktu. Bahkan rasa plastikpun tidak terasa.

Ulah sebagian pedagang gorengan ini tentu saja merugikan masyarakat karena dapat mengancam kesehatan. 

Penggunaan plastik saat menggoreng sangat berbahaya. Plastik mengandung zat karsiogenik yakni bahan bahan yang bisa menyebabkan penyakit kanker. Memang penyakit ini tidak muncul dalam waktu singkat. Pertumbuhan sel kanker  berlangsung dalam  waktu cukup lama.

Gurih menjadi salah satu faktor dagangan laris. Tetapi renyah karena plastik yang sangat membahayakan kesehatan tentu bukan pilihan bijak. Faktor sulitnya membedakan antara gorengan aman dengan yang berbahaya membuat masyarakat harus lebih berhati hati. Tidak ada salahnya jika membuat gorengan sendiri yang pasti terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Faktor penyebab dari banyaknya pelaku bisnis gorengan melakukan pencampuran plastik ke gorengan yang di jualnya.

Kondisi cuaca di Indonesia seringkali membuat makanan yang dimasak, khususnya dengan cara digoreng, cepat layu atau melempem. Sejumlah pedagang gorengan menggunakan campuran plastik saat menggoreng untuk membuat makanan tetap renyah dan gurih serta tidak cepat melempem. Padahal penggunaan campuran plastik berbahaya bagi kesehatan.

Cara mengatasinya.

Hasil gorengan yang menggunakan minyak dicampur plastik dengan yang tidak memang sulit dibedakan. Rasanya pun bahkan persis sama. Namun jika diperhatikan lebih teliti, warna gorengan lebih pucat dan bagian dalamnya tidak kering.
Salah satunya adalah kesadaran dari si pedagang itu sendiri, dikarena kan sangat amat berbahaya bila pelastik di diolah/dicampur dengan gorengan masuk ke dalam tubuh kita.
BPOM harus sidak langsung ke lapangan untuk menguji sampel-sampel gorengan pada pedagang gorengan di yang ada di pinggir jalan, dan memberikan sangsi/arahan ke si pedagang nakal tersebut.



Senin, 30 April 2012

Guru - Guru Aneh

RAMBO

Masa-masa sekolah adalah masa-masa yang paling indah dalam perjalanan hidup semua orang, khususnya saat SMP ( bukan sudah makan pingsan, tapi Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas, bukan sudah minum aki), hampir semua orang mengiyakan hal tersebut, baik kisah pertemanan, percintaan,dan soal keunikan guru mereka. Yang saya akan ceritakan kali ini bukan tentang pertemanan dan percintaan, melainkan tentang betapa uniknya guru-guruku semenjak aku SMP maupun SMA. Keunikan itu bukan hanya saat mengajar didalam kelas tapi perilaku diluar kelasnya. Dan tidak semua guru yang menurutku berperilaku aneh dan unik ini. Kamu juga tahu kan tidak semua manusia diciptakan secara waras, ada aja yang gila!.hehe.
Guru yang pertama aku ceritakan ini adalah…..coba tebak siapa? Mungkin kalian yang baca ada yang tahu?hehe canda deng. Guru yang pertama aku ceritakan adalah Pa Maman atau Mr Maman, guru Geografi ku saat duduk di kelas tiga SMP, beliau ini adalah salah satu guru favoritku. Mr Maman mempunyai Julukan RAMBO, bukan karna wajah atau tubuhnya mirip Rambo, tapi karna seluruh rambutnya dipenuhi oleh uban , jadi Rambo itu kepanjangan dari RAmbut BOdas (rambut putih).
Perangainya amat keras dan tegas di kelas ( sebenarnya wataknya baik). Salah satu tindakan menunjukan dia keras, bisa teruji apabila saat dia akan memulai kegiatan belajar mengajar. Pa Maman ini tidak langsung memulai pengajaran tapi beliau pertama tama akan mengintogerasi semua muridnya, beliau akan bertanya kepada satu persatu muridnya, yang ia tanyakan seputar pelajaran yang sudah ia terangkan minggu kemarin. Dan kebetulan pada saat itu dia bertanya tentang ibukota Negara-negara di asia, kalau bila ada yang salah menjawab maka siap siap dia harus menerima hukuman dari sang RAMBO, dan hukuman pada hari itu adalah,
Pa Maman berdiri lalu berjalan kearah Bor, lalu mengambil kapur(pada saat saya SMP belum ada bor putih yang memakai spidol, entah sekarang) lalu kapur itu diacungkan kepada kami “hey anak-anak sekarang bapak akan menanyai kalian tentang ibu kota Negara Asia yang minggu kemarin kalian pelajari”, “dan seperti biasa apabila kalian ada yang tidak bisa menjawabnya akan ada hukumannya”, “dan sekarang hukumannya adalah…..enk…ink…enk” sambil kembali mengacungkan kapur. “ini dia hukumannya”, semua murid melongo seperti dijidatnya ada gambar tanda Tanya. Kemudian Pa Maman meneruskan pembicaraannya, “bila kalian ada yang salah kalian akan kena ini” lalu pa maman mencurat-coret bor dengan kapur, sehingga di salah satu bagiannya menjadi putihh. “kepala kalian akan bapak pegang dan bapak gesek-gesekan jidat kalian ke bor” “maka jidat kalian akan putih, dan kalian para wanita tak perlu memakai bedak lagi” “dan kalian dilarang menghapusnya sebelum adzan dzuhur berkumandang okeh!” pada saat itu pak maman mengajar pada jam kedua sekitar jam 08.30 dan kebetulan kita pulang pukul 13.20.
“ockeh pak” semua murid menjawab dengan ketakutan, degdegan, ada yang grogi,lemas, dan ada juga yang biasa-biasa, kalau untuk yang biasa-biasa mungkin dirinya adalah orang-orang yang pintar, tapi gak tahulah. Kalau aku sendiri ya biasa-biasa, jadi menurutmu aku ini…ya.. pintar, hehehe.
Acara pun dimulai “yang pertama maju yang baris pertama, dan dari depan dulu” akhirnya teman pria ku yang malang itu pun kedepan.
“coba sebutkan ibukota india?” dengan tegas Pak Maman bertanya kepada temanku yang malang.
“anu pak..anu….” dia kelihatan takut dan ragu-ragu
“ANU APA” Mr RAMBO memotiong dengan tegas, hatikupun berbicara “ni anak bego amat gak tau pertanyaan yang gampang” aku berbicara dalam hati sambil tertawa pula dalam hati.
“oh iya pak! kaya merek sandal, new..newdelhi pak” temanku ketawa kegirangan.
“bagus…bagus” kulihat Pa Maman tersenyum. Hatiku kembali bicara “sialan ni anak bisa jawab juga” dan aku pun kesal dalam hati.
Satu-persatu temanku sudah banyak yang maju kedepan, banyak yang selamat, dan lebih bayak lagi yang menjadi korban kapur. Selanjutnya tibalah giliran teman sebangkuku.
“semoga tuhan memberkatimu, sob’!”aku berpesan padanya
“terima kasih perhatianmu tonk” dia membalas perhatianku, temanku yang kedepan ini namanya Sobirin’. Otaknya sedang sedang saja dibanding aku, hehehe.
“selanjutnya kamu ,sobirin?” sibapak bertanya yang gak penting. Sobirin pun mengangguk pelan.
“coba kamu sebutkan Ibukota Israel?” Pak Maman masih bertanya dengan tegas kepada sobirin. Dalam hati aku kembali bicara “menurutku Pak Maman ini hebat euy, dia sosok yang tidak pernah capek dalam memenuhi tugasnya”
Tak disangka Sobirin menjawab dengan tegas pula “tel Aviv, pak”
“hebat kamu, sob’ tak sia-sia jadi murid bapak”Pak Maman pun memuji si Sobirin.
Lagi lagi dalam hati aku berbicara “waduh si Sobirin bisa menjawab, hebat begete!”
Dan tibalah saat –saat menegangkan menghampiri padaku, deg-deg deg-deg deg-deg suara hatiku berbicara, dug-dug dug-dug dug-dug jantungku pun ikut berbicara, preeeet brek breeeek pantat dan perutku berbicara pula.
“ayo Fahmi kamu kedepan, sekarang ggiliranmu dodol” “malah bengong” Pa Maman menambah bebanku dengan menyebut dodol
Aku pun kedepan. “ Fahmi coba kamu sebutkan ibukota Pakistan?” masih dengan tegas Pa RAMBO mamberikan pertanyaan padaku.
“Istambul, pak” dengan tegas, Pede, dan sombong aku menjawab.
Pa Maman pun tersenyum, “Fahmi….fahmi..”
Aku pun ikut tersenyum dengan bangga.
Lalu akupun dikejutkan dengan tangan Pa Maman yang kemudian mengejutkanku dan di gesek-gesek lah jidatku pada bor. Dalam hati sedalam-dalamnya hati aku berbicara lagi dengan syahdu. “waduh sial begete nasib ku sekarang” “tapi perasaan bener deh jawabannya”
Setelah aku selesai di gesek-gesek akupun melakukan protes keras, seperti protes pemain PERSIB saat di kartu kuning. “Pak perasaan aku mejnjawab dengan benar”
Karna aku memprotes akhirnya aku kena kartu kuning lagi “ ini anak malah memprotes”
Lalu dia menggerakan tangannya menuju kepalaku lagi, tapi sekarang aku berkelit. “iya pak, aku yang salah mendingan aku saja sendiri yang gesek-gesek kepalaku ini” lalu akupun menggesek-gesakan jidat ini sendiri, dan semua teman sekelas pun riuh bertepuk tangan dan menertawakan diriku.
Akhirnya aku duduk setelah menjalani shock terapy dan aku lihat ada tujuh temanku lagi yang belum di interogasi, mereka akhirnya satu persatu maju kedepan sampai tak tersisa. Dan yang paling mengejutkan ketujuh temanku itu di tanyai tentang negara yang sama yaitu Pakistan, dan yang paling mengejutkan lagi tak satupun dari ketujuh temanku itu yang bisa menjawabnya, dan tentunya mereka juga jadi korban Mr RAMBO, hatikupun bersuara lagi “hahahaha rasain luh, pada salah semua, jadi diriku tidak terlalu malu, hahaha!”
Setalah teman-teman ku habis ditanyai pak maman pun memberikan jawaban dari pertanyaan terakhirnya yang tidak bisa dijawab oleh delapan muridnya, tentu saja dengan cara memberikan kesempatan kepada temanku yang lainnya. “hey anak-anak siapa diantara kalian yang mengetahui jawaban dari ibukota Negara Pakistan?” kelas pun hening sejenak, tak ada yang mengacung dan tak ada yang menjawab, hatikupun akhirnya senang karna ternyata semua temanku tidak tahu Ibukota Pakistan, jadi aku benar benar tidak harus malu karna pertanyaan yang aku jawab tadi salah.
Pak Maman sendiri yang kemudian menjawab. “ waduh kalian ini pada gak tahu, makanya kalau bapak menerangkan itu didengar dan dimasukan ke otak, ibukota Pakistan tuh Islamabad!” “penduduk Pakistan itu kan mayoritas islam, jadi supaya gampang menghapalnya tinggal inget-inget agama kita yaitu Islam dan ditambahi abad, jadi Islamabad””kalian ini gimana seeh”
Semua murid dikelas menjawab dan mengangguk “OOOHHH”
Pak Maman kemudian membuka buku untuk membahas materi selanjutnya, tapi sebelum dia akan membahas dia tampak tersenyum dan linglung. “anak-anak maaf ya! Apa lagi sama si Fahmi dan Ketujuh orang yang terakhir bapak tanya””pertanyaan yang terakhir itu tentang ibukota Pakistan harusnya dibahas sekarang” “memang bapak udah ngebahasnya ya?”
Serentak semua murid menjawab kecuali aku, “belum Paaaaaaaaak”
“Kalau gitu maafin bapak ya? Maklum dah tua” semua teman mengangguk, kecuali aku yang heran dan kembali berbicara tentunya bukan kepada hati lagi tapi kepada ketujuh teman yang lainnya.”luh pada bego banget sih napa tadi gak bilang aja ke Pa Rambo kalo pertanyaanya tadi belum diterangin!”
Salah seorang teman menjawab pertanyaan ku. “berarti kamu sendiri bego donk! Butinya kamu juga tadi gak bilang bahwa pertanyaannya belum diterangin”
Aku mendadak bingung “kalo aku kan grogi”
Ketujuh teman ku membalas ucapanku “ kita juga sama dodol, grogi you Know”.
Kalian tahu bagaimana rasanya di gesek-gesek pada bor yang sudah dicoreti kapur. Tidak hanya putih jidat ini,tapi juga merah karna gesekan antara kulit dan papan bor. Apalagi aku yang dua kali digesek gesek tobat dah! Tapi asyik juga sih! Coba aja di rumah!. (hehehe)
Itulah salah satu cerita menarik dari guru geogrfi SmP ku Bapak Mr Maman RAMBO, dan masih banyak lagi cerita lucu Pak Rambo ini yang tidak bisa saya tuliskan satu persatu. intinya Pa Maman ini orangnya memang tegas, suaranya menggelegar dan mukanya memang kaya pemeran antagonis dalam sinetron. Tapi sebenernya baik dan creative, buktinya dia creative karena dia selalu mengganti hukuman-hukuman kepada muridnya yang salah contohnya seperti tadi yaitu gesek-gesek jidat, dan masih banyak hukuman lagi yang ia berikan kepada sang korban yang tidak bisa menjawab pertanyaan, seperti menjewer rambut dekat telinga (godeg), menjitak pala, dan masih banyak lagi yang lainnya, dan setiap minggunya hukuman tersebut tidak lah sama terus berbeda (membuktikan bahwa dia creative )
Jangan salah Pa Maman ini tidak pernah berlebihan saat memberikan hukuman, sang korban tidak ada yang pernah sampai masuk rumah sakit atau gegar otak (hehehe canda deng). Pak maman kalau memberikan hukuman masih memakai perasaan, contohnya kalau hukumannya jitak kepala, ya memang dijitak kepalanya tapi gak keras keras amat kok Cuma kaya di pukul martil aja (hehe canda lagi), yang jelas Pak Rambo ini my Favorite Teacher karna dengan hukuman itu kami para muridnya jadi serius dalam belajar, dan pada saat ulangan nilai nya gede-gede (bukan karena nyontek, tapi karna memang paham) ini dia Pak Maman.. dan kalian tunggu cerita yang unik dari guruku yang lainnya.



PI’IT

Sekarang aku ceritakan tentang guru kesenianku saat SMA, beliau bernama bapak Saepul Anwar, mengajar Seni music dan drama, kebetulan juga hingga sekarang beliau ini menjadi pembina teater. Julukan bapak Saeful ini adalah pi’it (burung pipit) bukan karna wajahnya seperti burung pipit, tapi karna perawakannya yang seperti burung pipit ini (maaf pak...hhehe) kecil dan suka terbang kemana-mana(maksudnya saat muda dia itu liar, suka menjelajah) Guruku yang bernama pak Eful ini memang guru satu satunya yang pernah kutemui di dunia ini, dia sangat dekat sekali dengan semua muridnya, apalagi dengan anak didiknya di teater dan aku salah satu anak didiknya diteater itu.
Ada satu kejadian lucu bersama pak Pi’it ini, kalau gak salah kejadiannya hari jum’at kalau tahun, dan bulannya gak tahu, soalnya gak pernah aku catat. Kalau waktu pastinya bada’ jum’at, karena kalau ba’da jum’at sanggar teater pasti penuh dengan anggota-anggotanya, bukan karena jadwal latihan teater tapi karna ada jumsih (jum’at bersih) dan papasakan (masak memasak, yang jelas masak memasak makanan, bukan masak memasak teman) jum’at itu seperti biasa, keadaan sanggar begitu tenang dan menyenangkan, anak-anak teater salah satunya aku sedang asyik mengobrol (di teater ini system kekeluargaannya sangat tinggi) tiba-tiba ada yang berbunyi beletuk…beletuk.. disusul kemudian dengan suara auw. diatas jidat ku tertera gambar tanda Tanya, “suara apakah itu”””dan ada apakah ini?” hatiku berbicara.
Alangkah kagetnya aku setelah mangetahui semua ini, ternyata suara tersebut dibuat oleh bapak kita yang satu ini, dan aku lihat pak Eful sedang membawa baskom (wajan yang terbuat dari plastic) dan kulihat sedang memukul-mukulkan pada kepala murid-muridnya yang berjenis kelamin pria, namun hal itu bukan karena pak eful sedang marah tapi itu bukti bahwa dia memang sangat dekat dengan murid-muridnya (memang kalau dipikirkan ya aneh, jadi jangan dipikirkan saja) sekarang aku tahu suara beletuk itu timbul dari baskom yang dipukulkan pada kepala teman-temanku, dan suara auw adalah suara temanku sendiri yang terkena hantaman baskom.
“hahahahahaha, lucu baget tuh muka , baskom dan muka keliatan sama” aku berbicara dalam hati, kalau tertawa tidak didalam hati. Dan semua teman-temanku yang lain, baik itu pria maupun wanita terlihat tertawa semua, karena kejadian ini memang sangat lucu. “Beletuk…….beletuk” “auwaa’’ aku dengar ada suara itu lagi dan ternyata memang itu suaraku, aku yang menjadi korban sekarang “sial banget, aku lengah Oh my god kenapa ini harus terjadi“ hatiku mengiris kesakitan, smua-teman-temanku makin keras tertawanya. Dan anak-anak cewek yang memasakpun sudah kelihatan mulai tertawa.
yang menjadi korban selanjutnya adalah temanku yang latah namanya Igin, kulihat pak eful mengarahkan tangan kanannya yang memegang baskom kejidatnya, tapi ditepis oleh igin dan tetap masih kena hantaman cuman bukan baskom yang menghantam, tapi piring seng , ternyata si igin ini salah menerapkan strategi, dia tak tahu kalau di tangan kiri pak Eful memegang piring seng, “bring..breng”(suaranya tidak beletuk lagi karna yang menghantam palanya bukan baskom lagi, namun piring seng) “auw, pak geli” sambil dengan reflek ia menepuk-nepuk jidat pak Pi’it, maklum si igin kan terkena syndrome latah, jadi dia tak sengaja menepuk-nepuk jidat pak eful. Kontan keadaan sanggar menjadi riuh lautan tertawa, aku sendiri tertawa paling kencang sekencang mobil sport buatan Italy.”ha…ha.ha..hah”
“duh ni anak malah nepuk jidat gue” pak eful tak menyangka jidatnya ditepuk-tepuk “beletuk””beletuk”, baskom pun mendarat di jidat igin, sebagai sanksi karna telah menepuk-nepuk jidat pak eful. Aku lihat baskom itu agak sedikit retak, tapi aku tak peduli karna itu bukan baskom miliku.
Setelah itu yang menjadi korban selanjutnya adalah ogi irung, lalu terhantamlah ia “brek” semua orang yang berada disanggar kaget,kenapa suaranya berubah jadi breek, tidak beletuk padahal yang menghantam jidat ogi itu masih tetap baskom bukan benda yang lain, tak dinyana stelah semua melihat ke pada si ogi , ternyata baskom itu tobros, patah dalam nya, hinga masuk ampe pangkal atas idung si ogi, karna tekstur idungnya si ogi gede jadi si baskom tidak mampu masuk lebih dalam lagi. Lalu pak Eful pun ketawa sambil mencopot baskomnya, karna itu bahan plastic jadi kalu patah si permukaan yang patah itu aga sedikit tajam, jadinya jidat si ogi cedera atau lebih tepatnya terkelupas kulitnya.
“ maaf rung’” “kirain baskomnya gak rengat” “tapi gak apa-apalah itung-itung pegalaman” pak Pi’it meminta maaf pada Ogi, dan tentunya yang lainnya makin tertawa ampe sakit perut karna melihat kekocakan pak eful dan malangnya nasib si ogi, aku juga terbahak-bahak sekali melihatnya,dan aku lihat si Iginpun tertawa sambil di barengi dengan tarian-tarian jaipongan.
Itulah salah satu cerita lucu dari Pak Saeful Anwar ini, dan tentunya masih banyak lagi cerita yang lucu dari Pak Eful ini yang tak mungkin diceritakan satu persatu, pak eful ini adalah guru sekaligus ayah bagi murd-muridnya apalagi bagi anak-anak teater, dia sosok yang kocak, namun kalau saat mengajar dia tetap serius dan tegas, apa lagi saat mengajar drama dia tuh kiler abis. Namun dia itu satu-satunya guru bagiku yang membawa bekal kepada murid-muridnya menjadi mandiri khususnya diriku, salah satu contoh, pada saat itu sekolah sedang direnovasi, namun keadaan belakang sanggar yang mengkhawatirkan tidak ikut direnovasi oleh pihak sekolah, oleh karena itu pak eful berinisiatif menyuruh murid-muridnya salah satunya aku untuk mengambil batu bata dan semen milik sekolah pada waktu kira-kira sudah magrib (bukan nyuri loh, tapi minta namun gak bilang) “mi, ambilkan bata dan semen di depan sekolah!”kata pak eful
“oke pak” dengan tegas aku dan yang lainnya menjawab, kebetulan aku dan teman-teman yang lainnya sering menginap disanggar bila kegiatan belajar mengajar libur keesokannya.
“pak ini batu bata ama semennya!” akupun melapor pada komandan.
Lalu aku dan teman-teman yang lain pun di berikan tugas masing-masing, ada yang ngaduk semen, masang batu bata, masak, dan lain-lain (coba gak mandiri gimana kami) tapi kami melakukan semuanya dengan ikhlas, senang, dan mengambil ilmu dan manfaatnya (thanks Pa Eful, You are my best teacher)
Inilah salah satu hal yang berkesan bersama pak Saeful Pi’it Anwar pada saat masa-masa SMA, dan nantikanlah keunikan guru-guruku yang lainnya.